Metode Pengajaran Tartilil Quran (Metode Jibril)


Metode Pengajaran Tartil Quran

Muqaddimah

Sebelum memasuki materi metode pengajaran tartil, baiklah terlebih dahulu kita pahami apa “tartil” itu? Allah s.w.t. berfirman yang artinya: “Dan tartilkanlah Al Quran itu dengan sesungguh-sungguh tartil.” (Q.S. Al-Muzammil: 4)

Arti tartil menurut Sayyidina ‘Ali k.w. :

الترتيل هو تجويد الحروف و معرفة الوقوف

Artinya: “Tartil itu adalah memperbagus baca huruf (huruf-huruf Al Quran) dan mengetahui waqof-waqof (dimana harus/boleh berhenti dan dimana harus/boleh memulai lagi).”

Perhatikan lafadz “wa rottil” diatas menurut para ulama adalah perintah wajib. Karena itu didalam kitab Nadhom Jazariyah, Asy Syekh Ibnul Jazary mengatakan:

الأخذ بالتجويد حتم لازم       من لم يجود القرأن آثم

لأنه به الإله أنزل             و هكذا به إلينا وصلا

Artinya: “Dan mengambil (membaca Al Quran) dengan bertajwid adalah wajib yang tetap. Orang yang tidak mentajwidkan Al Quran adalah berdosa. Karena dengan tajwid itulah Allah s.w.t. telah menurunkan Al Quran. Dan begitulah dengan tajwid itu Al Quran sampai kepada kita.”

Penjelasan

Praktik malaikat jibril menyampaikan Al Quran kepada Nabi Muhammad s.a.w. adalah dengan bacaan bertajwid. Begitu pula sewaktu Nabi menyampaikannya kepada para sahabat adalah dengan bertajwid. Dan seterusnya oleh para sahabat kepada para tabi’in (yang diantaranya para imam qurro’) disampaikannya dengan bacaan bertajwid. Demikianlah sejak zaman dahulu hingga zaman kita sekarang ini oleh para guru kepada para muridnya wajib disampaikannya/diajarkannya dengan bacaan bertajwid pula.

Metode Jibril

Adapun metode penyampaian tartil oleh malaikat jibril kepada Nabi Muhammad s.a.w. adalah sebagaimana difirmankan oleh Allah s.w.t. yang artinya: “Apabila Kami telah selesai membacakannya (yakni Jibril membacanya), maka ikutilah bacaannya itu.” (Q.S. Al-Qiyamah: 18)

Inilah metode yang inti dan asli untuk mengajarkan tartil Al Quran. Yaitu guru membaca, lantas murid menirukannya. Dengan sendirinya kalau guru yang menjadi contoh itu baik bacaannya (mujawwid), maka murid pun akan menjadi baik bacaannya (mujawwid) pula. Perlu dicatat bahwa membaca Al Quran dengan bertajwid, pahalanya besar sekali (1 huruf 10 kebaikan). Dan dengan sendirinya mengajarkan dengan bertajwid, akan memperoleh pahala berganda. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. :

الدال على الخير كفاعله

Artinya: “Orang yang menunjukkan kepada kebaikan itu akan mendapat pahala seperti pelakunya.”

Sebaliknya membaca Al Quran tanpa bertajwid adalah berdosa. Dengan sendirinya mengajarkannya tanpa bertajwid berdosa ganda. Perhatikan kembali nadhom al jazariyah diatas.

Disadur dari buku “Metode Pengajaran Tartilil Quran” oleh KH.M. Basori Alwi Murtadlo, Pengasuh Pesantren Ilmu Al Quran (PIQ) Singosari Malang.

3 comments on “Metode Pengajaran Tartilil Quran (Metode Jibril)

  1. Assalamuallaikum wr.wb.. bisa pesan buku yg membahas tentang metode jibril ga akhi? atau yg penulisnya taufiqurahman. tolong kontak via HP 081363828971. tolong ya akhi..karena saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang metode jibril, kalau masalah harga saya bayar dua kali lipat, mohon bantuamnmya ya

Kritik atau sarannya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s