Fungsi Dan Peran Kurikulum


Secara umum, kurikulum berfungsi untuk mengembangkan pribadi para peserta didik ke arah tujuan pendidikan. Kurikulum sebagai program belajar bagi siswa, disusun secara sistematis dan logis, diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Menurut Alexander Inglis, fungsi kurikulum meliputi:

1)   Fungsi Penyesuaian; karena individu hidup dalam lingkungan, maka setiap individu harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang senantiasa berubah dan dinamis melalui kurikulum, menuju individu yang well adjusted.

2)   Fungsi Integrasi; kurikulum mendidik pribadi-pribadi yang terintegrasi, karena ia merupakan bagian integral dari masyarakat, dan akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.

3)   Fungsi Deferensiasi; kurikulum memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam masyarakat yang dapat mendorong orang berpikir kritis dan kreatif, dan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.

4)   Fungsi Persiapan; kurikulum mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi untuk jangkauan yang lebih jauh atau terjun ke masyarakat, karena sekolah tidak memberikan semua yang diperlukan atau yang menarik minat mereka.

5)   Fungsi Pemilihan; kurikulum yang fleksibel memberikan kesempatan untuk memilih apa yang dinginkan dan menarik minatnya.

6)   Fungsi Diagnostik; kurikulum membantu mengarahkan siswa untuk mampu memahami dan menerima dirinya serta mendiagnosa dan membimbing siswa agar dapat mengembangkan potensi secara optimal.

Kurikulum memiliki peranan yang sangat strategis dalam mencapai tujuan pendidikan. Terdapat tiga peranan kurikulum yang dinilai sangat penting, dimana kesemuanya harus berjalan seimbang dan harmonis untuk mencapai tujuan pendidikan yang menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait dalam proses pendidikan. Peranan tersebut meliputi:

1)   Peranan Konservatif; peranan ini menekankan bahwa kurikulum adalah sarana mentrans-misikan nilai-nilai warisan budaya yang masih relevan dengan masa kini kepada peserta didik. Peranan ini sifatnya sangat mendasar, disesuaikan dengan kenyataan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses sosial.

2)      Peranan Kreatif; peranan ini menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang.

3)      Peranan Kritis-Evaluatif; Peranan ini menekankan bahwa kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam kontrol atau filter sosial dikarenakan adanya nilai-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntutan masa kini, guna dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan.

— Disadur dari berbagai sumber dan blog terkait —

Advertisements

Kritik atau sarannya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s