Jual Beli Dalam Islam: Rahn Dan Syirkah


RAHN

Rahn ialah tsubut dan habs yakni penetapan dan penahanan.  Syekh Zainuddin Al Malibari menjelaskan, rahn ialah menjadikan barang yang sah dijual sebagai kepercayaan utang, dimana akan dibayar daripadanya, jika terpaksa tidak dapat melunasi utang.

Dasar hukum rahn didasarkan pada firman Allah s.w.t:

Artinya: “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya” (QS. Al Baqarah: 283)

Dan telah diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, dari Siti Aisyah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. pernah membeli makanan dengan menggadaikan baju besi.

Adapun rukun rahn adalah (1) Aqid (yang berakad), yaitu rahin (yang menggadaikan) dan murtahin (yang menerima gadai), (2) Marhun (yang dijadikan jaminan), (3) Marhun bih (utang), dan (4) Shighat (ijab qabul).

SYIRKAH (PERSEROAN/PERSERIKATAN)

Syirkah ialah perserikatan suatu harta yang dimiliki oleh 2 orang dari hasil pewarisan atau pembelian. Dapat juga didefinisikan sebagai perserikatan 2 orang untuk memperdagangkan harta mereka berdua secara bersama.

Syarat-syarat syirkah adalah (1) Dua pihak yang bertransaksi untuk mewakilkan dan menerima perwakilan, (2) Modal syirkah diketahui, (3) Modal syirkah ada pada saat transaksi, dan (4) Besar keuntungan diketahui dengan penjumlahan yang berlaku.

Syirkah dapat menjadi batal (tidak sah) dikarenakan:

a)         Perserikatan 2 orang yang sama-sama bekerja, yang hasil pekerjaan mereka dibagi berdua dengan sama besar atau berselisih,

b)        Perserikatan 2 orang untuk menanggung harta pembelian suatu barang, baik secara bon atau kontan dengan keuntungan menjadi milik bersama,

c)         Perserikatan 2 orang untuk bersama-sama bekerja dan memiliki keuntungan, baik dengan tenaga maupun harta mereka, dan mereka sama-sama menanggung kerugian yang terjadi.

— Disadur dari berbagai sumber dan blog terkait —

Advertisements

Kritik atau sarannya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s