Rumus Pukulan Terbang (Rebana) (3)


VARIASI KE-1 LAKI-LAKI

D  T . T  D . T  D  T  T  D  D  D

T . T  TT  T . D  D  2X

D . D  DD  D . D  D  2X

T . T  TT  T . D  D

T . T  TT  T . T  T

T . T  TT  T . D  D

D . D  DD  D .

 

VARIASI KE-1 PEREMPUAN

D  T . T  D . T  D  T  T  D  D  D

T  T . TT  T  T . DD  2X

D  D . DD  D  D . DD  2X

T  T . TT  T  T . DD

T  T . TT  T  T . TT

T  T . TT  T  T . DD

D  D . DD  D  D .

 

VARIASI KE-2 LAKI-LAKI

D  D . T  TT  D  3X  D

T  TT  T . T  TT  D . D  DD  D . D  DD  D

* * * D / D  D . DD  D  3X

T  TT  T . T  TT  D  3X

NB : Tanda *  Berarti Menunggu Waktu Luang Selama Tiga Ketukan

 

VARIASI KE-2 PEREMPUAN

D  D . T  TT . TD  3X  D

TT  TT  T . TT  TD  D . DD  DD  D . DD  DD

* * * D / D  D . DD  DD  3X

T  TT  TT . T  TT  TD  3X

NB : Tanda *  Berarti Menunggu Waktu Luang Selama Tiga Ketukan

 

VARIASI KE-3 LAKI-LAKI

D  T  D  T

TT . D  T . T  D

TD . D  DD  D

T . TT  D  T . Tt  3X

 

VARIASI KE-3 PEREMPUAN

D  T  T  D  T  T

TT  D T . TD

TD . D  DD  DD

T  T . TT  D T . Tt  3X

 

Disadur dari: Grup Atbaul Makin Pesantren Ilmu Al Quran (PIQ) Singosari Malang

Advertisements

46 thoughts on “Rumus Pukulan Terbang (Rebana) (3)

  1. Ass…sebelumnya terima kasih atas variasi rebananya.tapi sayang saya blm paham maksudnya. Pertanyaan saya…
    1. Variasi-variasi itu di pukul sebelum masuk pada rumus dasar banjari atau gimana?
    2. Dari kesemua variasi laki-laki dan perempuan pukulannya di gabung pa gmn?

    1. wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh, ustadz adnan kamil banyumas JATENG. syukron katsir buat komennya. untuk jawaban dari pertanyaan antum:
      1. yang namanya variasi itu adalah pengembangan dari asalnya, jadi, setelah antum mahir ber-rebana dgn rumus/kaedah aslinya, variasi ini sebagai opsi tambahan dalam keahlian anda nantinya, maka memakainya pun dimasukkan setelah rumus aslinya terpakai.
      2. mengenai digabung atau tidak antara versi laki2 dan perempuannya, tentu saja tergantung kepada pemain terbang itu, kalo ingin lebih indah, tentu saja lebih baiknya digabung saja, dan tentu saja kalau hanya dipakai salah satunya saja, kemungkinan suara terbang yang dihasilkan agak “aneh”

      1. Ass… Terima kasih atas jawabannya. kayaknya klo ada format audionya akan lebih paham lagi ketukannya Tadz. Karena kalau hanya liat teks nya kurang bisa di pahami. Ana berharap ustadz bisa menghadirkan format audio untuk kesemua rumus-rumus yang ustadz tulis. Wass….

    1. wa’alaikumsalam wr wb. Untuk format audio, sebenarnya sudah bisa antum pelajari lewat kaset rekaman berbagai grup banjari yang memainkan pukulan dasar saja. Saya rasa itu sudah cukup memenuhi untuk memahami teks rumusan memukul rebana. Sebenarnya, tulisan rumus kesemuanya hanya sebagai alat bantu saja. Bila antum ingin mempelajari, saya sarankan langsung praktik saja kepada guru yang sudah ahli.

      Baris demi baris tentu saja dimainkan kesemuanya, bila ingin menghasilkan perpaduan bunyi rebana yang indah namun variatif. Tapi jika dipaksakan 1 baris saja yang dipakai, bisa saja, tapi kemungkinan akan menghasilkan pukulan yang kurang enak didengar.

      Untuk nomor HP, maaf, saya tanya dahulu, untuk apa antum meminta nomor HP saya? jika hanya butuh info lebih lanjut, saya kira cukup melalui blog mini ini.

      1. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
        Begini ya tadz…ana punya pertanyaan lagi khususnya pada baris satu, variasi yang di ulang-ulang 2X atau yang di ulang 3X. Dari pengulangan yang ke satu mau pengulangan yang ke-dua berhenti dulu sebentar apa di lanjut ketukannya alias nyambung terus tidak berhenti?terimakasih, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  2. Wa’alaikumsalam wr wb. ustadz adnan kamil..
    untuk pengulangan langsung atau tidak, sejauh yang saya ketahui, tergantung lagu yang diiringinya, jika lagunya lebih merdu bila seluruhnya langsung disambung2, maka ya lebih baik disambung terus tanpa henti, begitu juga sebaliknya. Jadi, pukulan terbang sebenarnya adaptasi dari tiap lagu dan termainkan menurut selera dan keinginan si penerbang. Wassalamualaikum sr wb. afwan kalo ada salah.

  3. Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb.
    Terimakasih atas jawabannya. Tadz…Insya Allah ana dah paham. Tapi yang masih bikin bahan pemikiran ana bagaimana jika kesemua variasi-variasi tersebut sudah di gabung dengan rumus dasar contohnya seperti apa gitu lo Tadz. Untuk sementara sebelum ana tau cara penempatan variasi-variasi tersebut terhadap rumus dasar, apa tidak salah jika ana pukul sebelum masuk pada rumus dasar? Artinya boleh di kata sebagai pembuka gitu…Syukur-syukur si kalau Ustadz berkenan menuliskan contoh satu saja barangkali, penerapan variasi2 tersebut dari macam-macam variasi terhadap rumus dasar, misal lagu sholawat apa lah gitu…. Insya Allah kalau sudah ada contoh, barangkali ana bisa sedikit ada gambaran. Terimakasih, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    1. wassalamu’alaikum wr wb ustadz adnan kamil…
      jawabannya tentu tidak salah dan tidak jelek, bila antum memakai rumus dasar saja dalam memukul terbang/rebana. dan bisa juga rumus2 variasi kesemuanya dijadikan muqaddimah/pembuka dalam menarik perhatian penonton penikmat pertunjukan antum…

  4. Wa’alaikumsalam wr wb, ustadz ahsan. terimakasih atas kunjungannya dan sudi mengomentari blog sederhana ini. untuk audio, maaf sebelumnya, ketika saya belajar dan mengajar dahulu, saya tidak memiliki audio apapun, tapi saya sering dan memperbanyak mendengar qosidah dan sholawat banjari guna memperdalam latihan memukul banjari.

    1. assalamu’alaikum ustadz andrian, maaf, sudah saya tuliskan pada komentar saya sebelumnya, saya tidak punya mp3 (audio) khusus belajar banjari. mungkin ada baiknya anda meminta kepada yang lebih ahlinya.

    1. Wa’alaikumsalam, ustadz mochammad. Maaf sebelumnya, saya kurang paham dengan kata “kelentingan” yang antum ketik, bolehjadi bisa dijelaskan dahulu.

  5. Assalamu alaikum wr.wb

    Saya mau nanya tentang nama nama alat rebana mulai dr kecil sampai yg besar? Karena saya pegang salah satu dan guru yg mengajari menyebutnya celo* bener g tulisannya* Klo yg plg besar Bass.
    Mohon bantuannya

    Wassalamu alaikuk wr.wb

    1. Wa’alaikumsalam, ustadzah ima, terimakasih atas kunjungan dan komen-nya..
      Untuk nama2 rebana, tentu sangat banyak dan beragam, tapi mohon maaf, saya pribadi kurang begitu tahu tentang itu, karena saya mengetahui dan mempelajari rebana/terbang yg khusus/biasa dipakai untuk banjari saja, itupun tidak disengaja. jadi, ada baiknya bisa membaca referensi/buku terkait yg lebih lengkap bahasannya. wassalam.

    1. untuk caranya, maaf, saya tidak bisa memberikan caranya secara langsung, karena saya tidak memiliki referensinya dalam bentuk mp3 atau audio lainnya. bila pak RONY ingin sekali mempelajarinya, saya hanya bisa menyarankan, cari guru atau siapapun yg ahli berrebana di sekitar tempat anda.

  6. bgaimana variasi terbang ntuk mmbuat opening yg keras tpi santai…
    mohn jwbnya yg jelas.

      1. tulisan saya hanya bersifat membantu, bila sulit dipahami, saya mohon maaf, dan silahkan belajar langsung saja (PRAKTIK)

    1. Wa’alaikuslm. Kebetulan saya belum punya rumus yang antum cari, ust andi. Mohon maaf ya.

    1. D = DUK, T = TEK

      DUK itu suara yang dihasilkan dari pukulan di bagian tengah rebana

      TEK itu suara yang dihasilkan dari pukulan di bagian tepi rebana

  7. kalok boleh usul tadz selain di kasik teks pukulan sertakan uga videonx supaya kami yang ingin belajar hadroh tambah gampang memahaminx syukron

    1. sebaiknya memang begitu 🙂 hehehe… tapi mohon maaf, saya belum sanggup menyediakan disini..

  8. Ustadz u hndk batakun
    Rumus mulai patangahan hndk k dasar kyp tadz…tolong jwbbnnya.nang DTT.D.DDT.TDTT…….

Kritik atau sarannya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s