Juventus, Sang Juara Italia Yang Tak Terkalahkan


Beberapa catatan menarik sepanjang musim 2011-2012 yang mengantarkan penguasa italia kembali bertahta di puncak singgasana. Kunci dan faktor sukses inilah yang menyempurnakan pesta juara The Old Lady sebagai kampiun liga italia seri-A yang ke-30 kalinya.

1- Rekor tak terkalahkan sepanjang musim. Juve sukses menerapkan formasi yang kokoh di lini belakang sehingga mampu menjaga keperawanan “undefeated” mereka hingga akhir musim. Seluruh lawan mereka tidak mampu merusak rekor ini, dimana salah satu faktornya ialah kelihaian sang pelatih, antonio conte, menerapkan berbagai formasi yang sulit terbaca oleh lawan.

2- Rekor kebobolan gol paling minim. Si Nyonya Tua juga mampu meminimalisir jumlah gol yang bersarang di jala gawang mereka. Terlebih didukung oleh penampilan kiper utama dan sekaligus kiper timnas italia, gianluigi buffon di depan gawang yang cemerlang membuat bek-bek Juve semakin tampil penuh semangat menjaga area mereka.

3- Peran penting andrea pirlo dan arturo vidal mengatur dan mengkreasi lapangan tengah. Inilah salah satu diantara transfer terpenting di awal musim perjalanan Juve tahun ini. Pirlo sudah terbukti mampu mengatur aliran bola, secara gratis, diperoleh Juve setelah tidak terpakai di Milan. Selanjutnya, dibantu kehadiran Vidal yang bermain gemilang di Leverkusen, mampu menampilkan kolaborasi terbaiknya bersama Pirlo, menghasilkan efektifitas dan kreatifitas maksimal di lapangan pada tiap laga yang dijalani.

4- Conte tak jarang berganti formasi sesuai kebutuhan dan kepentingan. Pelatih yang baru saja direkrut oleh manajemen Juve di musim ini, ternyata berhasil membawa dan menerapakan skema-skema permainan beragam guna menghadapi lawan-lawan yang beragam pula permainannya. Didukung oleh kemampuan beberapa permain untuk bermain di beberapa posisi, juga semakin mendukung kinerja pelatih muda ini. Berdasar masa lalunya sebagai gelandang Juve, maka ia pun tahu kapan harus memakai formasi tertentu, dan kapan berubah.

5- Conte jeli merotasi pemain dengan rapi. Klub tentu memiliki lebih dari satu pemain di satu posisi, namun tidak semua klub mampu memainkan kesemua dari mereka secara optimal. Di Juve, Conte mampu memompa performa semua pemain, sehingga tidak hanya para starter saja yang dapat memberi kemenangan, namun semua pemain pengganti dapat menjalankan instruksi sang pelatih dengan semaksimal mungkin, dan tidak banyak yang bermain buruk.

6- Lawan-lawan pesaing yang kurang stabil menjaga ritme dan kurang mampu menjaga konsistensi permainan terbaiknya. Beberapa kali, sejumlah rival dan pesaing penting Juve tergelincir dan tidak mampu mengoptimalkan kesempatan mereka untuk mengejar dan menyalip Juve. Hal ini merupakan keberuntungan sang pemuncak klasemen liga italia ini.

7- Hanya berkonsentrasi di liga lokal menguntungkan kestabilan juve. Stamina dan tenaga pelatih dan pemain Juve di musim ini cukup sedikit terkuras karena ketiadaan partisipasi Juve di kancah eropa yang sangat berat. Faktor ini yang turut menghambat dan memecah konsentrasi pesaing utama Juve musim ini, Milan, untuk mempertahankan status mereka sebagai juara bertahan.

Advertisements

Kritik atau sarannya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s