DA’I IDOLA: KH. ABDULLAH GYMNASTIAR (Aa Gym)

Mengapa KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Setiap tahun selalu muncul dai-dai baru yang menarik perhatian khalayak negeri yang  mayoritas islam ini. Termasuk yang kami angkat dan kami idolakan disini yakni Kyai H. Abdullah Gymnastiar atau yang lebih akrab disapa Aa Gym. Sejarah masa kecil dan perjuangan beliau yang berliku dan penuh tempaan membuat siapapun yang mengetahuinya akan terpesona dan mengangkat topi terhadap kekuatan dan semangat beliau untuk senantiasa bangkit dan mendapatkan hal-hal terbaik dan diridhoi oleh Allah s.w.t.

Masa keemasan dakwah beliau cukup manis dan harum di mata para pengagumnya yang melihat bahwa tidak ada dai lain yang mampu memberikan kesan positif hingga masa sekarang. Tak dapat dipungkiri, keberadaan Aa Gym di dunia dakwah nasional juga memberi dampak bagi generasi islam pendakwah yang juga ingin berperan disana. Sikap beliau yang sesuai syari’at, jujur, sederhana, tidak mengada-ada dan mudah diterima di segala kalangan masyarakat seakan menunjukkan bahwa begitulah semestinya akhlak yang mutlak dimiliki dan diaplikasikan oleh setiap individu yang hendak mengajak umat ini menuju ridho Allah s.w.t. dan Rasul-Nya.

 

Kelebihan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Dari sekian banyak kelebihan yang sebagian telah kami ungkap pada muqaddimah awal tadi, masih banyak kelebihan lain dari KH. Abdullah Gymnastiar yang tentunya lebih penting keberadaannya untuk diketahui. Diantaranya, beliau mampu membawakan topik-topik dakwah secara persuasif sejak awal hingga akhir penyampaian beliau. Hal ini menjadi urgent karena perhatian yang konsisten dari para pendengar akan memberikan efek dan pengaruh yang cukup besar pada diri mereka setelah memperhatikan materi dakwah tersebut.

Selanjutnya, beliau menyertakan dan menghubungkan dalam setiap materi dakwahnya dengan contoh-contoh kejadian atau peristiwa yang nyata atau kongkrit, yang berlangsung di sekitar, dan sudah terbukti kesahihannya, dimana kesemuanya menjadikan para pendengar mudah menerimanya dengan segera dan tidak cepat-cepat membuangnya dengan telinga kirinya. Kemudian, beliau memiliki pilihan kata-kata dan bahasa-bahasa yang sederhana (mudah dicerna) dan cepat menyentuh jiwa dan kalbu para pendengarnya sehingga terkesan beliau tidak bermaksud menggurui namun memberikan hikmah yang indah dan efektif menggugah kesadaran siapapun yang mendengarnya.

Dan yang terakhir namun tergolong kelebihan yang jarang dimiliki dai lain ialah Aa Gym seringkali melantunkan nasyid ataupun sholawat (bacaan) yang mampu menggiring pendengarnya terhanyut dalam suara merdu beliau sekaligus dapat meresapi makna lantunan tersebut. Apalagi nasyid atau sholawat tersebut sangat relevan dengan pesan/isi dakwah yang beliau sampaikan yang kadangkala memang memerlukan cara/pendekatan yang demikian untuk membangkitkan lagi perhatian dan semangat mereka kepada pusat pembicaraannya.

 

Kekurangan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Sebagai salah satu penikmat dakwah beliau, kami memandang bahwa kekurangan atau segala yang berlawanan dari kelebihan beliau diatas tidak banyak yang kami catat. Namun, setidaknya ada beberapa hal yang kami perhatikan untuk diperhatikan bersama agar dapat berdakwah secara maksimal. Pertama, Aa Gym yang dahulu memiliki jadwal padat disebabkan model dakwahnya yang familier di berbagai kalangan, terutama ibu-ibu dan wanita, pada ± 5 tahun yang lalu beliau melaksanakan ibadah poligami yang tentunya belum banyak diterima dan mayoritas ditolak oleh ibu-ibu di negeri ini.

Tindakan ini menjadikan sebagian besar penikmat dakwahnya utamanya ibu-ibu tidak lagi mau mendengarkan dakwah beliau lagi bahkan mengecamnya. Sekalipun ibadah ini benar adanya, menurut kami, seorang dai ideal semestinya dapat mengerti kehendak para pendengarnya dan memahami kondisi mereka secara kompleks. Barangkali, jika beliau menginformasikan terlebih dahulu bahwa beliau hendak berpoligami, bukannya mendadak dan tiba-tiba seperti demikian, mungkin para pendengarnya akan mencoba memahami dan mengerti bahwa Islam menghalalkan poligami secara qoth’i dan tidak dapat ditolak keberadaanya.

Hal yang selanjutnya yang kami masukkan kedalam salah satu kekurangan beliau yakni Aa Gym kurang begitu fasih dalam melafalkan ayat-ayat al-Quran ataupun hadits-hadits yang berbahasa arab. Sekalipun kami sendiri bisa sedikit memaklumi karena boleh jadi disebabkan logat bahasa lokal beliau, namun setidaknya harapan kami, seiring berjalannya waktu dan semakin seringnya beliau berdakwah dan memberikan dalil-dalil naqli tersebut, semestinya semakin membuat kemampuan beliau dalam hal itu dapat bertambah dan tidak begitu-begitu saja. Para pengagum beliau adakalanya berasal dari golongan yang cukup fasih dalam pelafalan ayat atau hadits, baik kyai atau sesama dai lainnya, bilamana beliau dapat mengurangi kekurangan yang satu ini, setidaknya dapat menambah keyakinan dan mereka terhadap apa-apa yang beliau sampaikan secara mantap.

Juventus, Sang Juara Italia Yang Tak Terkalahkan

Beberapa catatan menarik sepanjang musim 2011-2012 yang mengantarkan penguasa italia kembali bertahta di puncak singgasana. Kunci dan faktor sukses inilah yang menyempurnakan pesta juara The Old Lady sebagai kampiun liga italia seri-A yang ke-30 kalinya.

1- Rekor tak terkalahkan sepanjang musim. Juve sukses menerapkan formasi yang kokoh di lini belakang sehingga mampu menjaga keperawanan “undefeated” mereka hingga akhir musim. Seluruh lawan mereka tidak mampu merusak rekor ini, dimana salah satu faktornya ialah kelihaian sang pelatih, antonio conte, menerapkan berbagai formasi yang sulit terbaca oleh lawan.

2- Rekor kebobolan gol paling minim. Si Nyonya Tua juga mampu meminimalisir jumlah gol yang bersarang di jala gawang mereka. Terlebih didukung oleh penampilan kiper utama dan sekaligus kiper timnas italia, gianluigi buffon di depan gawang yang cemerlang membuat bek-bek Juve semakin tampil penuh semangat menjaga area mereka.

3- Peran penting andrea pirlo dan arturo vidal mengatur dan mengkreasi lapangan tengah. Inilah salah satu diantara transfer terpenting di awal musim perjalanan Juve tahun ini. Pirlo sudah terbukti mampu mengatur aliran bola, secara gratis, diperoleh Juve setelah tidak terpakai di Milan. Selanjutnya, dibantu kehadiran Vidal yang bermain gemilang di Leverkusen, mampu menampilkan kolaborasi terbaiknya bersama Pirlo, menghasilkan efektifitas dan kreatifitas maksimal di lapangan pada tiap laga yang dijalani.

4- Conte tak jarang berganti formasi sesuai kebutuhan dan kepentingan. Pelatih yang baru saja direkrut oleh manajemen Juve di musim ini, ternyata berhasil membawa dan menerapakan skema-skema permainan beragam guna menghadapi lawan-lawan yang beragam pula permainannya. Didukung oleh kemampuan beberapa permain untuk bermain di beberapa posisi, juga semakin mendukung kinerja pelatih muda ini. Berdasar masa lalunya sebagai gelandang Juve, maka ia pun tahu kapan harus memakai formasi tertentu, dan kapan berubah.

5- Conte jeli merotasi pemain dengan rapi. Klub tentu memiliki lebih dari satu pemain di satu posisi, namun tidak semua klub mampu memainkan kesemua dari mereka secara optimal. Di Juve, Conte mampu memompa performa semua pemain, sehingga tidak hanya para starter saja yang dapat memberi kemenangan, namun semua pemain pengganti dapat menjalankan instruksi sang pelatih dengan semaksimal mungkin, dan tidak banyak yang bermain buruk.

6- Lawan-lawan pesaing yang kurang stabil menjaga ritme dan kurang mampu menjaga konsistensi permainan terbaiknya. Beberapa kali, sejumlah rival dan pesaing penting Juve tergelincir dan tidak mampu mengoptimalkan kesempatan mereka untuk mengejar dan menyalip Juve. Hal ini merupakan keberuntungan sang pemuncak klasemen liga italia ini.

7- Hanya berkonsentrasi di liga lokal menguntungkan kestabilan juve. Stamina dan tenaga pelatih dan pemain Juve di musim ini cukup sedikit terkuras karena ketiadaan partisipasi Juve di kancah eropa yang sangat berat. Faktor ini yang turut menghambat dan memecah konsentrasi pesaing utama Juve musim ini, Milan, untuk mempertahankan status mereka sebagai juara bertahan.

Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Disahkan DPR

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru saja mengesahkan dan menyetujui undang-undang mengenai zakat, infaq dan shodaqoh. Hal tersebut disepakati oleh pimpinan sidang serta seluruh fraksi yang menjadi kontestan sidang di DPR tersebut. Rapat itu pun meresmikan UU (semula RUU) mengenai zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS).

Priyo Budi Santoso, selaku Wakil Ketua DPR mengutarakan “Saya minta kepada seluruh fraksi agar pendapat akhir fraksi masing-masing melalui juru bicaranya dapat menyerahkan pendapat akhir fraksinya ke meja pimpinan,” pada hari kamis tanggal 27 oktober yang lalu.

Sedangkan, Gondo Radityo Gambiro mewakili fraksi Partai Demokrat yang menjabat Wakil Ketua Komisi VIII mengungkapkan akan peristiwa penuh momen dan sejarah ini setelah kemerdekaan bangsa Indonesia yang berlalu selama kurang lebih 66 tahun saat Rapat Paripurna Dewan. Jelasnya,  “Insya Allah hari ini bangsa Indonesia akan melakukan perubahan besar dalam sistem hukum positif tentang pengelolaan zakat.”

Dia berpendapat, undang-undang ZIS ini adalah sebuah kemajuan penting dalam implementasi  prinsip-prinsip agama atau syariah ke dalam hukum-hukum yang positif, karena bangsa ini mempunyai peranan besar dan sudah seharusnya bisa menghadirkan suatu khidmat atau pelayanan, perlindungan, serta jaminan kepada segenap fakir miskin yang menjadi mustahik  zakat secara mutlak.

Nah, apabila keseluruhan ini mampu dijalankan dengan kesungguhan dan kegigihan, kata Gondo, maka hakekat bangsa yang merdeka ini akan turut dinikmati oleh saudara-saudara kita yang kurang mampu (dhuafa) dan kurang beruntung dalam meningkatkan kualitas kesehariannya dalam kehidupannya. “Konsepsi pemikiran tersebut menjadi dasar pertimbangan Komisi VIII DPR melakukan perubahan atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat,” sahut Gondo.

Tak lupa, ia pun menuturkan kembali, satu dasar pertimbangan Komisi VIII DPR mengusulkan suatu perubahan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat dengan alasan UU No.38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat merupakan salah satu kemajuan dalam penerapan prinsip-prinsip syariah ke dalam hukum positif. Namun, pelaksanaan UU ini dirasa masih belum memenuhi ekspektasi dalam mengakomodir penyelenggaraan kewajiban zakat dalam sistem yang profesional. Karenanya undang-undang tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan kebutuhan hukum dalam masyarakat sehingga perlu diganti, jelas dia.

“Berdasarkan alasan tersebut, Komisi VIII DPR melakukan usul inisiatif perubahan terhadap UU tentang Pengelolaan Zakat agar kebijakan pengelolaan zakat dapat dilakukan secara terarah, terpadu, dan terkoordinasi dengan baik serta disesuaikan dengan kebutuhan saat ini,” tuturnya.

Harapan Gondo, setelah pengesahan RUU ini, pemerintah dapat segera melakukan sosialisasi serta merancang peraturan-peraturan yang terkait dengan pelaksanaannya, agar undang-undang ini bisa berlaku secara efektif.

Di undang-undang ini, diatur bahwa dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Baznas provinsi dan kabupaten atau kota bisa membentuk UPZ di instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perusahaan swasta dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta dapat membentuk UPZ pada tingkat kecamatan, kelurahan atau nama lainnya dan dapat ditempat lainnya.

Serta, didalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, masyarakat dapat membentuk LAZ yang mendapat izin dari menteri atau pejabat yang ditunjuk menteri serta diwajibkan untuk melaporkan tugas-tugasnya setelah di-audit oleh kepala Baznas secara berkala.

Seleksi Pemain Tim Nasional Sekaligus Pemain Eropa

Berita gembira bagi madridistas dan pecinta kebangkitan pesepakbola tanah air yang mendambakan sumbangsih negeri ini di masa mendatang. Yakni, pelatihan sepak bola di kota Madrid telah memberi peluang sebesar-besarnya kepada bibit-bibit pemain bola muda professional nan berbakat di negeri ini, khususnya usia sekolah menengah pertama,  untuk merasakan kehebatan pembinaan persepak bolaan di ranah eropa.

Adalah Liga Pendidikan Indonesia Camp 2011 (LIPIO CAMP 2011) yang kemarin, tanggal 31 oktober 2011 telah dibuka secara resmi di komplek Bumi Perkemahan Pramuka di Cibubur Jakarta Timur. Tepatnya terpusatkan pelaksanaannya di lapangan Buperta.

Liga ini kebetulan memperoleh inspeksi secara langsung oleh PSSI, dimana akan dites beberapa faktor terpenting dalam bermain bola secara maksimal. Diantaranya yaitu seperti fisik, psikotes, tes karakter bangsa dan teknik bermain sepakbola.

Thoho Cholik Muthohir sempat mengungkapkan akan pentingnya beberapa hal tersebut diatas.
“Bermain sepakbola bukan hanya skill, tapi juga mental”.

Diharapkan nantinya, akan muncul 4 pesepak bola terbaik yang berkesempatan  mendapat beasiswa untuk belajar “futebol” di Mortalas, sekolah sepakbola semi profesional yang telah memiliki afiliasi dengan Real Madrid, tim legendaris dan pemuncak klasemen sementara Liga Spanyol 2011-2012.

Cholik menambahkan, “Tak hanya mencari empat pemain yang akan mendapatkan beasiswa ke Madrid dan Spanyol tahun depan, tapi juga menciptakan pemain yang siap dipanggil untuk timnas U-15 dan U-16.” Maka sudah sepatutnya, bila selain dapat mempertinggi keahlian bola mereka, bukan tidak mungkin juga bila di masa depan, mereka akan memperkuat timnas indonesia yang sedang miskin gelar dan prestasi beberapa dekade belakangan.

— Disadur dari berbagai sumber —

Don’t Ever Forget With The End Of Our Life

Manusia tinggal di dunia hanya untuk waktu yang singkat. Di sini, ia akan diuji, dilatih, kemudian meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat di mana ia akan tinggal selamanya. Harta benda serta kesenangan di dunia, walaupun diciptakan serupa dengan yang ada di akhirat, sebenarnya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan karena harta benda dan kesenangan tersebut ditujukan hanya agar manusia mengingat hari akhirat.

Akan tetapi, orang yang ingkar tidak akan mampu memahami kenyataan ini sehingga mereka berperilaku seakan-akan segala sesuatu di dunia ini miliknya. Hal ini memperdaya mereka karena semua kesenangan di dunia ini bersifat sementara dan tidak sempurna, tidak mampu memuaskan manusia yang diciptakan untuk keindahan kesempurnaan abadi, yaitu Allah. Allah menjelaskan betapa dunia merupakan tempat sementara yang penuh dengan kekurangan,

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (al-Hadiid: 20)

Seperti yang tertulis dalam Al-Qur`an, orang-orang musyrik hidup hanya untuk beberapa tujuan, seperti kekayaan, anak-anak, dan berbangga-bangga di antara mereka. Dalam ayat lain, dijelaskan tentang hal-hal yang melenakan di dunia,

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, ‘Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.(Ali Imran: 14-15)

Sebenarnya, kehidupan di dunia tidak sempurna dan tidak berharga dibandingkan kehidupan abadi di akhirat. Untuk menggambarkan hal ini, dalam bahasa Arab, dunia mempunyai konotasi “tempat yang sempit, gaduh dan kotor. Manusia menganggap usia 60-70 tahun di dunia sangat panjang dan memuaskan. Akan tetapi, tiba-tiba kematian datang dan semua terkubur di liang lahad. Sebenarnya, ketika kematian mendekat, baru disadari betapa singkatnya waktu di dunia. Pada hari dibangkitkan, Allah akan bertanya kepada manusia.

“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.’ Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? ( al-Mu’minuun: 112-115)

Mengabaikan Allah dan tidak mengacuhkan kehidupan akhirat, sepanjang hidup mengejar keserakahan dunia, berarti hukuman abadi di dalam api neraka. Orang-orang yang berada di jalan ini digambarkan Al-Qur`an sebagai “orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Bagi mereka, Allah memutuskan, “Maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (al-Baqarah: 86)

“Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (Yunus: 7-8)

Bagi mereka yang lupa bahwa dunia merupakan tempat sementara dan mereka yang tidak memperhatikan ayat-ayat Allah, tetapi merasa puas dengan permainan dunia dan kesenangan hidup, menganggap memiliki diri mereka sendiri, serta menuhankan diri sendiri, Allah akan memberikan hukuman yang berat. Al-Qur`an menggambarkan keadaan orang yang demikian,

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (an-Naazi’aat: 37-39)

Be Aware With Your Words

Nasihat Imam Ghozali kepada muridnya

Wahai anak! Nasehat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya; karena terasa pahit oleh segala hawa nafsu yang menyukai segala yang terlarang. Terutama dikalangan penuntut ilmu yang membuang waktu dalam mencari kebesaran diri dan kemegahan duniawi. Ia mengira bahwa di dalam ilmu yang tak bersari itulah terkandung keselamatan dan kebahagiaan, dan ia menyangka tak perlu beramal. Inilah kepercayaan filsuf – filsuf.

Ia tidak tahu bahwa ketika telah ada pada seseorang ilmu, maka ada yang memberatkan, seperti disabdakan Rasulullah SAW: “Orang yang berat menanggung siksa di hari kiamat ialah orang yang berilmu namun tidak mendapat manfaat dari ilmunya itu”.

Wahai anak! Janganlah engkau hidup dengan kemiskinan amal dan kehilangan kemauan kerja. Yakinlah bahwa ilmu tanpa amal semata-mata tidak akan menyelamatkan orang.

Jika disuatu medan pertempuran ada seorang yang gagah berani dengan persenjataan lengkap dihadapkan dengan seekor singa yang galak, dapatkah senjatanya melindunginya dari bahaya, jika tidak diangkat, dipukulkan dan ditikamkan? Tentu saja tidak akan menolong, kecuali jika diangkat, dipukulkan dan ditikamkan!

Demikian pula, jika seseorang membaca dan mempelajari seratus ribu masalah ilmiah, jika tidak diamalkan maka tidaklah akan mendatangkan faedah.

Wahai anak! berapa malam engkau berjaga guna mengulang – ulang ilmu, membaca buku, dan engkau haramkan tidur atas dirimu. Aku tak tahu, apa yang menjadi pendorongmu. Jika yang menjadi pendorongmu adalah kehendak mencari materi dan kesenangan dunia, atau mengejar pangkat atau mencari kelebihan atas kawan semata, maka malanglah engkau.

Namun jika yang mendorongmu adalah keinginan untuk menghidupkan syariat Rasulullah SAW, dan menyucikan budi pekertimu, dan menundukkan nafsu yang tiada henti mengajak kepada kejahatan, maka mujurlah engkau. Benar sekali kata seorang penyair, ‘Biarpun kantuk menyiksa mata, Akan percuma semata-mata. Jika tak karena Allah semata’.

Wahai anak! Hiduplah sebagaimana maumu. Namun Ingat! bahwasannya engkau akan mati. Dan cintalah siapa yang engkau sukai. Namun Ingat! Engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki. Namun ingat! Engkau akan menerima balasannya nanti.
masing-masing.

6 PERTANYAAN IMAM AL GHOZALI.

Imam Al Ghozali dikenal sebagai ulama besar. Di akhir hidupnya beliau lebih menekuni tasawuf. Karya besar beliau berjudul Ihya Ullumudin. Sedangkan karya yang lain adalah ‘Tahafut Al-Falasifa’ kerancuan berpikir ahlu filsafat. Buku ini menjadikannya polemik dengan Ibnu Rusdy (setelah Al-Ghazali meninggal).

Imam Al Ghozali mempunyai 6 pertanyaan penting:

1. “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya.

Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

2. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.
Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang.

Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak boleh kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

3. “Apa yang paling besar di dunia ini?”.
Murid-muridnya ada yang menjawah gunung, bumi,dan matahari.

Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” (Al A’Raf 179). Maka kita harus
hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

4. “Apa yang paling berat di dunia ini?”.
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah.

Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin)
di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

5. “Apa yang paling ringan di dunia ini?”.
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan.

Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

6. “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”.
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang…

Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, Manusia dengan mudah menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.