DA’I IDOLA: KH. ABDULLAH GYMNASTIAR (Aa Gym)

Mengapa KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Setiap tahun selalu muncul dai-dai baru yang menarik perhatian khalayak negeri yang  mayoritas islam ini. Termasuk yang kami angkat dan kami idolakan disini yakni Kyai H. Abdullah Gymnastiar atau yang lebih akrab disapa Aa Gym. Sejarah masa kecil dan perjuangan beliau yang berliku dan penuh tempaan membuat siapapun yang mengetahuinya akan terpesona dan mengangkat topi terhadap kekuatan dan semangat beliau untuk senantiasa bangkit dan mendapatkan hal-hal terbaik dan diridhoi oleh Allah s.w.t.

Masa keemasan dakwah beliau cukup manis dan harum di mata para pengagumnya yang melihat bahwa tidak ada dai lain yang mampu memberikan kesan positif hingga masa sekarang. Tak dapat dipungkiri, keberadaan Aa Gym di dunia dakwah nasional juga memberi dampak bagi generasi islam pendakwah yang juga ingin berperan disana. Sikap beliau yang sesuai syari’at, jujur, sederhana, tidak mengada-ada dan mudah diterima di segala kalangan masyarakat seakan menunjukkan bahwa begitulah semestinya akhlak yang mutlak dimiliki dan diaplikasikan oleh setiap individu yang hendak mengajak umat ini menuju ridho Allah s.w.t. dan Rasul-Nya.

 

Kelebihan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Dari sekian banyak kelebihan yang sebagian telah kami ungkap pada muqaddimah awal tadi, masih banyak kelebihan lain dari KH. Abdullah Gymnastiar yang tentunya lebih penting keberadaannya untuk diketahui. Diantaranya, beliau mampu membawakan topik-topik dakwah secara persuasif sejak awal hingga akhir penyampaian beliau. Hal ini menjadi urgent karena perhatian yang konsisten dari para pendengar akan memberikan efek dan pengaruh yang cukup besar pada diri mereka setelah memperhatikan materi dakwah tersebut.

Selanjutnya, beliau menyertakan dan menghubungkan dalam setiap materi dakwahnya dengan contoh-contoh kejadian atau peristiwa yang nyata atau kongkrit, yang berlangsung di sekitar, dan sudah terbukti kesahihannya, dimana kesemuanya menjadikan para pendengar mudah menerimanya dengan segera dan tidak cepat-cepat membuangnya dengan telinga kirinya. Kemudian, beliau memiliki pilihan kata-kata dan bahasa-bahasa yang sederhana (mudah dicerna) dan cepat menyentuh jiwa dan kalbu para pendengarnya sehingga terkesan beliau tidak bermaksud menggurui namun memberikan hikmah yang indah dan efektif menggugah kesadaran siapapun yang mendengarnya.

Dan yang terakhir namun tergolong kelebihan yang jarang dimiliki dai lain ialah Aa Gym seringkali melantunkan nasyid ataupun sholawat (bacaan) yang mampu menggiring pendengarnya terhanyut dalam suara merdu beliau sekaligus dapat meresapi makna lantunan tersebut. Apalagi nasyid atau sholawat tersebut sangat relevan dengan pesan/isi dakwah yang beliau sampaikan yang kadangkala memang memerlukan cara/pendekatan yang demikian untuk membangkitkan lagi perhatian dan semangat mereka kepada pusat pembicaraannya.

 

Kekurangan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Sebagai salah satu penikmat dakwah beliau, kami memandang bahwa kekurangan atau segala yang berlawanan dari kelebihan beliau diatas tidak banyak yang kami catat. Namun, setidaknya ada beberapa hal yang kami perhatikan untuk diperhatikan bersama agar dapat berdakwah secara maksimal. Pertama, Aa Gym yang dahulu memiliki jadwal padat disebabkan model dakwahnya yang familier di berbagai kalangan, terutama ibu-ibu dan wanita, pada ± 5 tahun yang lalu beliau melaksanakan ibadah poligami yang tentunya belum banyak diterima dan mayoritas ditolak oleh ibu-ibu di negeri ini.

Tindakan ini menjadikan sebagian besar penikmat dakwahnya utamanya ibu-ibu tidak lagi mau mendengarkan dakwah beliau lagi bahkan mengecamnya. Sekalipun ibadah ini benar adanya, menurut kami, seorang dai ideal semestinya dapat mengerti kehendak para pendengarnya dan memahami kondisi mereka secara kompleks. Barangkali, jika beliau menginformasikan terlebih dahulu bahwa beliau hendak berpoligami, bukannya mendadak dan tiba-tiba seperti demikian, mungkin para pendengarnya akan mencoba memahami dan mengerti bahwa Islam menghalalkan poligami secara qoth’i dan tidak dapat ditolak keberadaanya.

Hal yang selanjutnya yang kami masukkan kedalam salah satu kekurangan beliau yakni Aa Gym kurang begitu fasih dalam melafalkan ayat-ayat al-Quran ataupun hadits-hadits yang berbahasa arab. Sekalipun kami sendiri bisa sedikit memaklumi karena boleh jadi disebabkan logat bahasa lokal beliau, namun setidaknya harapan kami, seiring berjalannya waktu dan semakin seringnya beliau berdakwah dan memberikan dalil-dalil naqli tersebut, semestinya semakin membuat kemampuan beliau dalam hal itu dapat bertambah dan tidak begitu-begitu saja. Para pengagum beliau adakalanya berasal dari golongan yang cukup fasih dalam pelafalan ayat atau hadits, baik kyai atau sesama dai lainnya, bilamana beliau dapat mengurangi kekurangan yang satu ini, setidaknya dapat menambah keyakinan dan mereka terhadap apa-apa yang beliau sampaikan secara mantap.

Advertisements

Ya Rasulallah, Idolaku

Wajah Sang Idola saw adalah wajah yang dipenuhi cahaya kelembutan dan kasih sayang, karena
beliau adalah pembawa Rahmat bagi sekalian alam, maka wajah beliau penuh kasih sayang, demikian pula ucapan beliau saw, perangai, tingkah laku, dan bahkan bimbingan beliau saw pun penuh dengan kasih sayang Allah swt.

Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra : “Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang, apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?), maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra : “Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359, hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).

Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra : “Wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344, hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297), demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan : “Seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam Tirmidzi), demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah manusia yang bibirnya paling indah”.

Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi saw: “Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung antara kiri dan kanannya)”.
Dari Abi Jahiifah ra : “Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata
telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih Bukhari hadits no.3360).
Berkata Anas ra : “Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan
Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368).
“Kami tak melihat suatu pemandangan yang lebih menakjubkan bagi kami selain Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)
“Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar, maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu, maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753).
Dari anas bin malik ra : “Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau
berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata : “doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” (maksudnya Anas ra), maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : “Wahai Allah Perbanyak Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” (Shahih Muslim hadits no.660).
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang terindah wajahnya, dan terindah akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) .
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang termulia dan manusia yang paling dermawan, dan manusia yang paling berani saw” (Shahih Bukhari hadits no.5686).
Dari Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan, dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).
Siang dan malam seluruh Ummat ini ruku dan sujud, bermilyar wajah menyungkur sujud kehadirat Nya hingga akhir zaman, mereka mensucikan Nama Nya yang Maha Tunggal, merekalah yang selalu dalam naungan Rahmat dan keridhoan Nya, Sebagaimana sabda beliau saw : “Dijadikan kesenanganku adalah shalat”. Shalat merupakan Ibadah yang paling dicintai oleh beliau saw, dan “Shalat adalah Cahaya”, demikian sabda beliau saw pula mengenalkan Indahnya shalat, suatu ibadah yang diawali dengan Takbiratul Ihram yang membuka gerbang penghadapan dengan Rabbul
‘alamin, lalu lantunan kalimat-kalimat surat Alfatihah yang bila dibaca dengan khusyu maka setiap kalimat itu dijawab oleh Raja Alam Semesta, lalu lantunan kalimatullah itu menerangi seluruh alam sanubarinya, meruntuhkan dosa-dosanya, lalu ia ruku’, bertasbih kepada Nya, bertakbir, bertahmid, lalu bersujud dibawah Naungan Kelembutan dan Kasih Sayang Nya, alangkah indahnya ibadah yang satu ini, suatu ibadah yang terangkai dari hampir seluruh bentuk Ibadah, Wudhu, Niat Mulia, Doa, Alqur’an, Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, Ruku’, Sujud, khusyu, Tuma’ninah….., itulah shalat.., Ibadah yang paling sempurna.
Demikianlah ummat ini melakukannya siang dan malam untuk sumpah baktinya kepada Allah Pencipta Alam Semesta, Namun dalam Ibadah yang Multi Sempurna ini…, tak luput…., tak luput…, tak luput…., tak seorangpun melakukan shalat terkecuali diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…
dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw…
“Salam Sejahtera atasmu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan keberkahan Nya….”, kalimat ini merupakan kalimat yang diwajibkan Allah yang harus ada dalam Ibadah termulia ini.. Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilan Rasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangi Rasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul saw
bersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allah telah berfirman “WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAH PANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN”.(Al Anfal 24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720). Dan bahwa mendatangi panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan
ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt…
Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan pula disaat perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekor lagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : “Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yang paling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yang paling kucintai” (Shahih Muslim hadits no.2313). Alangkah penyantunnya Nabi kita ini, bukanlah kecintaan Sofwan karena pmberian harta, namun kebenciannya luntur menghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru ia ditambah lagi.. dan lagi…, tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnya
lagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Unta hampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, dan Sofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100 ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagi yang lebih dicintainya selain Muhammad saw..
Jadilah beliau saw ini idola para sahabat, dan dalam riwayat lain, Salim bin Abdullah ra
melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.
Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480). Alangkah besar penghormatan para sahabat pada tempat tempat yang disentuh Tubuh Rasulullah saw, Bahkan gunung Uhud mencintai beliau saw dan dicintai oleh beliau saw sebagaimana sabdanya saw : “Gunung Uhud ini mencintai kita dan kita mencintainya” (Shahih Bukhari hadits no.3854).
Betapa Indahnya Alam semesta ini semua beridolakan Muhammad saw, mencintai Muhammad saw, Memuliakan Muhammad saw, tak lain karena Allah telah mengumumkannya, sebagaimana Sabda beliau saw : “Bila Allah mencintai seorang Hamba maka Allah berkata kepada Jibril as : WAHAI JIBRIL, AKU MENCINTAI FULAN MAKA CINTAILAH IA”, maka berkatalah Jibril as menyeru kepada Alam Semesta : “Wahai Penduduk Langit, Sungguh Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah ia, maka diberikanlah padanya Kasih sayang dimuka Bumi, maka ia dicintai dibelahan
Bumi” (Shahih Bukhari hadits no.3037, 5693, 7047).
Dan kita memahami bahwa Pengumuman itu terus berkumandang mengumumkan orang-orang yang dicintai Allah, dan tentunya pengumuman itu bergema terluhur dan terdahsyat saat mengumumkan Nama Muhammad saw….!, Maka Beliau saw dicintai gunung, dicintai batang korma, hewan, manusia, jin, malaikat, dan orang-orang mukmin.. Beruntunglah Jiwa orang orang yang mencintai Muhammad saw. “SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAHKAN SHALAWAT ATAS NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH
KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM” (QS Al Ahzab-56)

Disadur dari http://www.majelisrasulullah.org